Dasar Elektronika

Komponen Elektronika

Komponen elektronika adalah benda-benda yang menjadi bagian dari suatu rangkaian listrik, yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri dan menimbulkan efek tertentu pada rangkaian tersebut.

Pada dasarnya, komponen elektronika dikelompok-kan menjadi 2 :

  • Komponen Pasif, komponen yang tidak sepenuhnya bergantung pada sumber energi dan tidak dapat memberikan tambahan energi pada rangkaian.
  • Komponen Aktif, komponen yang bergantung pada sumber energi dan dapat memberikan tambahan energi pada rangkaian.

 

 

Komponen Pasif

Terdiri dari: resistor, kapasitor,  induktor, switch, dan relay.

Resistor adalah tahanan atau hambatan listrik, berfungsi untuk menghambat arus listrik yang melewatinya. Satuan harga resistor adalah Ohm. 1 MΩ (Mega ohm) = 1000 KΩ (kilo ohm) = 106 Ω (ohm)

        Resistor tetap yaitu resistor yang nilai hambatannya  relatif tetap, biasanya terbuat dari karbon, kawat atau paduan logam. Nilai hambatannya ditentukan oleh tebalnya dan panjangnya lintasan karbon.

        Resistor variabel atau potensiometer, yaitu resistor yang besarnya hambatan dapat diubah-ubah.

 

Kapasitor

Adalah komponen pasif dengan dua terminal yang dapat menyimpan energi listrik sementara dalam bentuk medan listrik. Satuan kapasitansinya dinyatakan dengan satuan Farad (setara dengan 1 Coulomb/Volt). Besar kapasitansi (C) berkisar antara 1picoFarad /pF (10-12) sd 1 miliFarad /mF (10-3 ). Umumnya, terdiri dari 2 piringan konduktor yang dipisahkan oleh bahan dielektrik.

 

Induktor

Induktor adalah komponen pasif yang dapat menyimpan energi sementara dalam bentuk medan magnet. Kapasitas induktor dinyatakan dalam satuan H (Henry) = 1000mH (mili Henry). Kapasitas induktor dinyatakan dengan lambang L. Umumnya, besar nduktansi berkisar antara 1 µH (10−6H)  sampai  1 H. Terdiri atas inti magnetik dari besi atau ferit yang dililit oleh konduktor (koil).

 

 

Komponen Aktif

        Dioda semikonduktor dibentuk dengan caramenyambungkan semi-konduktor tipe p dan semikonduktor tipe n.  Pada saat terjadinya sambungan (junction) p dan n, hole-hole pada bahan p dan elektron-elektron pada bahan n disekitar sambungan cenderung untuk berkombinasi. Yang kemudian mengijinkan arus bergerak melalui anoda menuju ke kathoda.  

        Zener Diodes: cara menghubungkannya pada arah kebalikan arus terhadap tegangan tertentu untuk menghasilkan tegangan referensi. 

        Light  emitting  diodes  (LED) : jenis dioda khusus yang menghasilkan  sinar jika dihubungkan dengan arus,  biasanya digunakan sebagai lampu.

        Transistor merupakan peralatan yg mempunyai 3 lapis N-P-N atau P-N-P. Dalam rentang operasi, arus kolektor IC  merupa-kan fungsi dari arus basis IB . Perubahan pada arus basis IB  memberikan peruba-han yg diperkuat pd arus kolektor utk tegangan emitor-kolektor VCE  yg diberikan.  Perbandingan kedua arus ini dalam orde 15 sampai 100.


contoh soal mengenai 5 cincin warna resistor



 

 

 




1.

1.     Gelang 1 (Orange)   = 3

Gelang 2 (Putih)      = 9

Gelang 3 (Kuning)  = 104

Gelang 4 (Perak)     = 10%

Nilai Resistensi       = 39 x 104  10% Ω         

 

2.

2.     Gelang 1 (Merah)   = 2

Gelang 2 (Ungu)      = 7

Gelang 3 (Cokelat)  = 10

Gelang 4 (Emas)     = 5%

Nilai Resistensi       = 27 x 10  5% Ω


3. 

3.     Gelang 1 (Merah)    = 2

Gelang 2 (Kuning   = 4

Gelang 3 (Hijau)cc  = 105

Gelang 4 (Emas)     = 5%

Nilai Resistensi       = 24 x 105  5% Ω

 

4.

4.     Gelang 1 (Hijau)   = 5

Gelang 2 (Ungu)    = 7

Gelang 3 (Oranye)  = 3

Gelang 4 (Hitam)   = 100 = 1

Gelang 5 (Merah)  = 2%

Nilai Resistensi       = 573 x 1  2% Ω

 

5.

5.     Gelang 1 (Cokelat)   = 1

Gelang 2 (Merah)      = 2

Gelang 3 (Oranye)  = 3

Gelang 4 (Kuning)     = 104

Gelang 5 (Hijau)        = 0,50 %

Gelang 6 (Orange)     = 15 ppm

Nilai Resistensi       = 123 x 104  0,50% 15ppm  Ω



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi Flip-Flop (Ganjil)

seven Segment Anoda (Ganjil)