Materi Flip-Flop (Ganjil)
Flip – Flop
I. Pengertian Flip – Flop
Flip-flop
adalah rangkaian digital yang digunakan untuk menyimpan satu bit secara semi
permanen sampai ada suatu perintah untuk menghapus atau mengganti isi dari bit
yang disimpan. Prinsip dasar dari flip-flop adalah suatu komponen elektronika
dasar seperti transistor, resistor dan dioda yang di rangkai menjadi suatu
gerbang logika yang dapat bekerja secara sekuensial. Nama lain dari flip-flop
adalah multivibrator bistabil.
Multivibrator
adalah suatu rangkaian regeneratif dengan dua buah piranti aktif, yang
dirancang sedemikian sehingga salah satu piranti bersifat menghantar pada saat
piranti lain terpancung. Multivibrator dapat menyimpan bilangan biner, mencacah
pulsa, menyerempakkan operasi-operasi aritmatika, serta melaksanakan
fungsi-fungsi pokok lainnya dalam sistem digital. Ada tiga jenis
multivibrator,yaitu : astabil, monostabil, dan bistabil. Flip flop yaitu
multivibrator yang keluarannya adalah suatu tegangan rendah atau tinggi, 0 atau
1. Keluaran ini tetap rendah atau tinggi; untuk mengubahnya, harus didrive oleh
suatu masukan yang disebut pemicu (triger). Sampai datangnya pemicu, tegangan
keluaran tetap rendah atau tinggi untuk selang waktu yang tak terbatas. Salah
satu jenis flip-flop adalah flip-flop RS. Flip-flop ini mempunyai dua masukan
dan dua keluaran, di mana salah satu keluarannya (y ) berfungsi sebagai
komplemen. Sehingga flipflop ini disebut juga rangkaian dasar untuk
membangkitkan sebuah variabel beserta komplemennya. Flip-flop RS dapat dibentuk
dari kombinasi dua gerbang NAND atau kombinasi dua gerbang NOR.
II. Macam-Macam Flip – Flop
1. RS Flip Flop
RS FF ini adalah dasar dari
semua Flip-flop yang memiliki 2 gerbang inputan / masukan yaitu R dan S.
R artinya "RESET" dan S artinya "SET".
Flip-flop yang satu ini mempunyai 2 keluaran / outputyaitu Q dan Q`. Untuk menyimpan suatu bit tinggi,
Anda membutuhkan S tinggi; untuk menyimpan bit rendah, Anda membutuhkan R
tinggi. Membangkitkan dua buah sinyal untuk mendrive flip-flop merupakan suatu
kerugian dalam berbagai penerapan. Tabel dibawah merupakan keringkasan suatu
kemungkinan-kemungkinan masukan/keluaran bagi flip-flop RS. Kondisi masukan
yang pertama adalah RS = 00. Ini berarti tidak diterapkan pemicu. Dalam hal ini
keluaran Q mempertahankan nilai terakhir yang dimilikinya.
|
R |
S |
Q |
|
0 |
0 |
Nilai Terakhir |
|
0 |
1 |
1 |
|
1 |
0 |
0 |
|
1 |
1 |
Terlarang |
Gambar 1. Rangkaian RS Flip – Flop
Tabel 1. Tabel Kebenaran RS
Flip – Flop
Kondisi masukan yang kedua
adalah RS = 01 berarti bahwa suatu pemicu diterapkan pada masukan S. Seperti
kita ketahui, hal ini mengeset flip-flop dan menghasilkan keluaran Q bernilai
1. Kondisi masukan yang ketiga adalah RS = 10 ini menyatakan bahwa suatu pemicu
diterapkan pada masukan R. Keluaran Q yang dihasilkan adalah 0. Kondisi masukan
RS = 11 merupakan masukan terlarang. Kondisi ini berarti menerapkan suatu
pemicu pada kedua masukan S dan R pada saat yang sama. Hal ini merupakan suatu
pertentangan karena mengandung pengertian bahwa kita berupaya untuk memperoleh
keluaran Q yang secara serentak sama dengan 1 dan sama dengan 0.
2. JK Flip – Flop
JK flip-flop merupakan flip
flop yang
dibangun berdasarkan pengembangan dari RS flip-flop. JK flip-flop sering
diaplikasikan sebagai komponen dasar suatu counter atau pencacah naik (up
counter) ataupun pencacah turun (down counter). JK flip flop dalam penyebutanya
di dunia digital sering di tulis dengan simbol JK -FF. Dalam artikel yang
sedikit ini akan diuraikan cara membangun sebuah JK flip-flop menggunakan
komponen utama berupa RS flip-flop.
Gambar 2. Rangkaian JK Flip – Flop
Gambar rangkaian
diatas memperlihatkan salah satu cara untuk membangun sebuah flip-flop JK. J dan K disebut masukan
pengendali karena menentukan apa yang dilakukan oleh flip-flop pada saat suatu
pinggiran pulsa positif diberikan. Rangkaian RC mempunyai tetapan waktu yang
sangat pendek, hal ini mengubah pulsa lonceng segiempat menjadi impuls sempit.
Pada saat J dan K keduanya 0, Q tetap pada nilai terakhirnya. Pada saat J
rendah dan K tinggi, gerbang atas tertutup, maka tidak terdapat kemungkinan
untuk mengeset flip-flop. Pada saat Q adalah tinggi, gerbang bawah melewatkan
pemicu reset segera setelah pinggiran pulsa lonceng positif berikutnya tiba.
Hal ini mendorong Q menjadi rendah . Oleh karenanya J = 0 dan K=1 berarti bahwa
pinggiran pulsa lonceng positif berikutnya akan mereset flip-flopnya. Pada saat
J tinggi dan K rendah, gerbang bawah tertutup dan pada saat J dan K keduanya
tinggi, kita dapat mengeset atau mereset flip-flopnya. Kelebihan JK Flip-flop adalah tidak adanya kondisi
terlarang atau yang berarti di beri berapapun inputan asalkan terdapat clock
maka akan terjadi perubahan pada keluarannya / outputnya. berikut adalah symbol
dan tabel kebenaran dari JK Flip-Flop.
Untuk lebih jelasnya daat dilihat pada tabel
kebenaran JK flip-flop berikut.
3. T Flip –Flop
Rangkaian T
flip-flop atau Togle flip-flop dapat dibentuk dari modifikasi flip-flop J-K yang kedua inputnya
dihubungkan menjadi satu maka akan diperoleh flip-flop yang memiliki watak
membalik output sebelumnya jika inputannya tinggi dan outputnya akan tetap jika
inputnya rendah.
TFF mempunyai sebuah terminal input T dan dua buah terminal output Q dan Qnot.
TFF banyak digunakan pada rangkaian Counter, frekuensi deviden dan sebagainya.
Gambar 3. Rangkaian T Flip – Flop
4. D Flip – Flop
Flip-flop D
dapat disusun dari flip-flop S-R atau flip-flop J-K yang masukannya saling
berkebalikan. Hal ini dimungkinkan dengan menambahkan salah satu masukannya
dengan inverter agar kedua masukan flip-flop selalu dalam kondisi berlawanan.
Flip-flop ini dinamakan dengan flip-flop data karena keluarannya selalu sama
dengan masukan yang diberikan. Saat flip-flop pada keadaan aktif, masukan akan
diteruskan ke saluran keluaran.
III. Prinsip Kerja Flip – Flop
1 . Jika clock
bernilai rendah (0) maka flip-flop J-K master akan tidak aktif, tetapi karena input
clock flip-flop J-K slave merupakan
komplemen dari clock flip-flop master maka flip-flop
slave menjadi aktif, dan outputnya
mengikuti output flip-flop J-K master.
2. Jika clock
bernilai tinggi (1), flip-flop master aktif sehinga outputnya tergantung pada
input J
dan K, pada sisi lain flip-flop slave
menjadi tidak aktif karena clock pemicunya bernilai rendah
(0).
3. Pada saat
sinyal detak berada pada tingkat tinggi, master-nya yang aktif dan slave-nya
tidak
aktif.
4. Pada saat
sinyal detak berada pada tingkat rendah, master-nya yang tidak aktif dan
slave-nya
yang aktif. 14
5. Jika input J diberikan bersama-sama
dengan tepi naik pulsa pemicu, flip-flop master akan
bekerja terlebih dahulu memantapkan
inputnya selama munculnya tepi naik sampai clock
bernilai rendah (0).
6. Setelah clock bernilai rendah (0),flip-flop master
akan tidak aktif dan flip-flop slave bekerja
menstransfer keadaan output
flip-flopmaster keoutput flip-flop slave yang merupakan output
flip-flop secara keseluruhan.
Gambar 12. Contoh
penggunaan flip – flop dalam rangkaian
IV. Fungsi Flip – Flop
1.
penyimpan data
informasi 1 bit biner.
2.
Menahan atau
mengingat pulsa trigger.
3.
Mencacah pulsa.
4.
Menyerempakkan/men-sinkronkan rangkaian aritmatika.
5.
menghitung
detak dan untuk mengsinkronisasikan input sinyal waktu variabel untuk beberapa sinyal
waktu yang direferensi.
V. Pemicu Kerja Flip-Flop
Hubungan
input-output ideal yang dapat terjadi pada flip-flop adalah:
1) Set, yaitu jika suatu kondisi masukan mengakibatkan keluaran (Q)
bernilai
ogika positif (1) saat dipicu,
apapun kondisi sebelumnya.
2) Reset, yaitu jika suatu kondisi masukan mengakibatkan keluaran (Q)
bernilai
logika negatif (0) saat dipicu,
apapun kondisi sebelumnya.
3) Tetap, yaitu jika suatu kondisi masukan mengakibatkan keluaran (Q)
tidak
berubah dari kondisi sebelumnya
saat dipicu.
4) Toggle, yaitu jika suatu kondisi masukan mengakibatkan logika keluaran
(Q)
berkebalikan dari kondisi sebelumnya
saat dipicu.
Pada
flip-flop untuk menyerempakkan masukan yang diberikan pada kedua masukannya
maka diperlukan sebuah clock untuk memungkinkan hal itu terjadi. Clock yang
dimaksud di sini adalah sinyal pulsa yang beberapa kondisinya dapat digunakan untuk
memicu flip-flop untuk bekerja. Ada beberapa kondisi clock yang biasa digunakan
untuk menyerempakkan kerja flip-flop yaitu :
1) Tepi naik : yaitu saat perubahan sinyal clock dari logika rendah (0) ke
logika tinggi.
2) Tepi turun : yaitu saat perubahan sinyal clock dari
logika tinggi (1) ke logika
rendah (0).
3) Logika tinggi :
yaitu saat sinyal clock berada dalam logika 1.
4)
Logika rendah : yaitu saat sinyal
clock berada dalam logika 0.







Komentar
Posting Komentar